Tampilkan postingan dengan label Seputar Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 November 2015

Bakteri Staphylococcus Aureus dan Bahayanya

Staphylococcus adalah kelompok bakteri yang dapat menyebabkan berbagai penyakit akibat dari infeksi pada jaringan tubuh . Bakteri Staphylococcus lebih akrab dikenal sebagai Staph ( diucapkan " staff " ). 
Nama Staphylococcus berasal dari bahasa Yunani "staphyle" yang berarti sekelompok anggur, dan kokkos, yang berarti buah berry, sehingga bakteri Staph terlihat di bawah mikroskop seperti sekelompok anggur atau buah kecil bulat. Bakteri ini termasuk bakteri gram positif, anaerob fakultatif. 
Penyakit infeksi Staphylococcus mulai dari yang ringan dan tidak memerlukan pengobatan, sampai parah dan berpotensi fatal. Infeksi Staphylococcus dapat menyebabkan penyakit karena infeksi langsung atau karena produksi racun oleh bakteri. Contoh penyakit akibat infeksi bakteri ini misalnya bisul, impetigo, keracunan makanan, selulitis, dan toxic shock syndrome.
staphylococcus aureus
Gambar : www.en.wikipedia.org
Gejala dan tanda-tanda dari infeksi bakteri ini adalah nanah dan abses. Daerah atau area tubuh yang terkena infeksi  biasanya terasa sakit, memerah dan bengkak. 
Methicillin-resistant Staphylococcus aureus, atau dikenal sebagai MRSA, adalah jenis Staphylococcus aureus yang resisten terhadap antibiotik methicillin dan obat lain di kelas ini. Infeksi Staphylococcus aureus dapat diobati dengan antibiotik topikal, oral, atau intravena, tergantung pada jenis infeksi. 
Lebih dari 30 jenis Staphylococcus dapat menginfeksi manusia, tetapi kebanyakan infeksi disebabkan oleh Staphylococcus aureus. Bakteri ini dapat ditemukan biasanya di hidung dan pada kulit (bisa juga daerah lain tapi jarang)
Sebenarnya pada sebagian besar kasus, bakteri ini tidak menyebabkan penyakit. Namun, kerusakan pada kulit atau luka lainnya memungkinkan bakteri untuk merusak mekanisme antibodi dari tubuh, sehingga terjadilah infeksi. 
Siapapun dapat terkena infeksi bakteri ini, dan risiko yang lebih besar terjadi pada bayi baru lahir, wanita menyusui, dan orang-orang dengan kondisi kronis seperti sakit diabetes, kanker, penyakit pembuluh darah, penyakit paru-paru, orang-orang dengan luka kulit, kateter intravena, sayatan bedah, dan orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah. 
Infeksi bakteri dapat menular, yaitu kontak langsung dengan luka yang terinfeksi, atau dengan barang-barang perawatan pribadi seperti pisau cukur, perban, dll. Kontak biasa seperti bersentuhan atau bersalaman dimana tidak langsung kontak dengan daerah yang terinfeksi maka kemungkinan kecil akan tertular.
Akibat infeksi bakteri ini misalnya bernanah dapat menyebabkan demam tinggi, menggigil, dan tekanan darah rendah . Infeksi kulit adalah jenis yang paling umum dari penyakit yang dihasilkan oleh Staphylococcus. Infeksi kulit ini dapat berkembang menjadi impetigo (pengerasan kulit) atau cellulitis (peradangan lapisan lebih dalam dari kulit dan jaringan ikat di bawah kulit, yang menyebabkan pembengkakan dan kemerahan). 
Pada wanita menyusui, bakteri ini dapat menyebabkan mastitis (radang payudara), perlu diketahui bahwasannya ketika terjadi mastitis ini dapat melepaskan bakteri ke dalam air susu ibu. 
Ketika bakteri memasuki aliran darah dan menyebar ke organ lain, sejumlah infeksi serius dapat terjadi. Penyebaran organisme ke aliran darah yang dikenal sebagai bakteremia atau sepsis. Pada sakit Pneumonia dapat menyebabkan pembentukan abses dalam paru-paru. 
Infeksi pada katup jantung (endokarditis) dapat menyebabkan gagal jantung. Penyebaran staphylococcus ke tulang dapat mengakibatkan peradangan parah dari tulang yang dikenal sebagai osteomyelitis. Terjadi pula Tromboflebitis yaitu ketika bakteri menginfeksi pembuluh darah. Tromboflebitis paling sering terjadi pada pasien rawat inap. 
Pada orang dengan luka bakar parah di daerah yang luas dari tubuh. Ketika tidak diobati, S. aureus akan membawa kematian. 
Keracunan makanan adalah penyakit dari dalam perut yang menyebabkan mual, muntah, diare, dan dehidrasi. Hal ini disebabkan oleh makan makanan yang terkontaminasi dengan racun yang dihasilkan oleh Staphylococcus aureus. Gejala biasanya berkembang dalam waktu satu sampai enam jam setelah makan makanan yang terkontaminasi. Penyakit biasanya berlangsung selama satu sampai tiga hari dan sembuh dengan sendirinya. Pasien dengan penyakit ini tidak menular karena racun tidak ditularkan dari satu orang ke orang lain. 
Terjadi pula Toxic shock syndrome ditandai dengan demam mendadak tinggi, muntah, diare, dan nyeri otot, diikuti oleh tekanan darah rendah (hipotensi), yang dapat menyebabkan shock dan kematian.

Kram Otot : Jenis dan Penyebabnya

Apa itu pengertian-definisi kram otot ?
Kram Otot (Muscle Cramps) adalah otot yang tidak sengaja dan secara paksa dikontraksi terus mnerus dalam keadaan yang tidak rileks. Misalnya ketika kita menggunakan otot-otot pada bagian tubuh kita (kepala, leher, tangan, kaki) dalam keadaan rileks maka akan terjadi kontraksi yang normal. Sebaliknya otot yang tanpa sengaja atau tiba-tiba kontraksi maka dapat mengeyebabkan kejang.
Nah apabila kejang ini  berlangsung kuat dan berkelanjutan (terus menerus) maka akan menjadi kram. Kram otot sering menyebabkan pengerasan pada bagian yang terkena dan itu bisa kita lihat dan jika diraba terasa keras dan kaku. Kram otot dapat berlangsung dari beberapa detik, seperempat jam atau kadang-kadang lebih lama. 
Kram otot sangat umum terjadi bahkan hampir semua orang (sekitar 95%) pernah mengalami kram otot ini. Kram otot umumnya sering terjadi pada orang dewasa dan semakin sering terjadi pada orang usia tua. Namun, anak-anakpun kadang juga mengalami kram otot. 
Jenis Kram Otot
kram otot
Gambar : www.whatcausesthis.com
1. True Cramps
Adalah kram yang melibatkan sebagian atau seluruh dari otot atau sekelompok otot yang umumnya berkontraksi bersama-sama, misalnya otot-otot yang melenturkan beberapa jari yang berdekatan. True Cramps disebabkan oleh hyperexcitability dari saraf yang merangsang otot-otot. 
True Cramps dapat disebabkan atau terjadi dalam berbagai situasi sebagai berikut :
a. Cedera
Kram atau kejang otot ini dapat terjadi sebagai mekanisme perlindungan akibat cedera, misalnya patah tulang. Dalam hal ini, kejang cenderung meminimalkan gerakan dan menstabilkan daerah cedera.  
b. Gerakan Kuat (Berlebihan)
Penggunaan yang kuat (berlebihan) dari otot sampai terjadi kelelahan otot (misalnya melakukan olahraga tidak seperti biasa). Kram bisa langsung terjadi saat bergerak atau berolahraga maupun terjadi setelahnya. Orang dewasa yang lebih tua beresiko untuk terkena kram saat melakukan kegiatan fisik yang kuat atau berat. 
c. Istirahat
Kram juga bisa terjadi saat istirahat, terutama pada orang dewasa yang lebih tua, tapi bisa juga terjadi pada setiap orang baik yang muda maupun anak-anak. Kram ini sering terjadi pada malam hari (umumnya dikenal sebagai kram nokturnal), rasanya menyakitkan, mengganggu tidur, dan sering kambuh. Penyebab sebenarnya dari kram ini tidak diketahui. Kadang-kadang, kram ini disebabkan oleh gerakan otot yang lebih pendek. Contoh menunjuk jari kaki ke bawah sambil berbaring di tempat tidur, yang memperpendek otot betis.
d. Dehidrasi
Olahraga dan kegiatan aktif lainnya dapat menyebabkan kehilangan cairan yang berlebihan dari keringat. Dehidrasi dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya true cramps.
e. Pergeseran Cairan Tubuh
True Cramps juga dapat dialami dalam kondisi ketika terjadi distribusi yang tidak biasa dari cairan tubuh. Contohnya adalah sirosis hati, yang mengarah ke akumulasi cairan di rongga perut (ascites). Kram ini terjadi karena komplikasi dari perubahan cairan tubuh cepat yang terjadi selama dialisis.
f. Rendah Kalsium dan Magnesium
Rendahnya kalsium atau magnesium dalam darah bisa langsung meningkatkan rangsangan dari kedua ujung saraf dan otot-otot dan ini menjadi faktor predisposisi untuk terjadinya kram. 
g. Rendah Kalium
Rendah kalium kadang menyebabkan kram otot, meskipun yang lebih umum untuk kalium yang rendah berhubungan dengan kelemahan otot. 
2. Tetany Cramps
Pada Tetany, semua sel-sel saraf dalam tubuh diaktifkan, yang kemudian merangsang otot. Reaksi ini menyebabkan kejang atau kram di seluruh tubuh. Nama tetany berasal dari efek toksin tetanus pada saraf. Namun, nama ini sekarang umum diterapkan untuk kram otot dari kondisi lain.
3. Dystonic Cramps
Keadaan ini di mana otot-otot yang tidak diperlukan untuk gerakan dirangsang untuk berkontraksi. Otot yang terpengaruh biasanya bekerja dalam arah yang berlawanan dari gerakan. Kram distonik biasanya mempengaruhi kelompok-kelompok kecil dari otot (kelopak mata, rahang, leher, dll). Tangan dan lengan juga terpengaruh jika aktivitas terjadi berulang-ulang.  Contohnya jenis kram ini ketika kita menulis, mengetik, dll, gerakan berulang-ulang ini dapat menyebabkan kram karena faktor kelelahan otot.

Senin, 09 November 2015

Penyakit Flu Pilek Ternyata dapat Menyebabkan Kematian

Setiap orang pasti pernah terserang penyakit flu atau influenza, ya kan...?
Jika anda ingin tahu tentang bahaya flu (influenza) baca artikel berikut ini. 
Penyakit Flu atau Influenza adalah penyakit yang disebabkan oleh virus RNA yang menginfeksi saluran pernapasan dari hewan, burung, dan manusia. Jika virus flu ini menginfeksi kita, hasil infeksi biasanya ditandai dengan adanya demam, batuk, sakit kepala, dan malaise (lelah, kurang berenergi), kadang juga timbul sakit tenggorokan, mual, muntah, dan diare. 
flu burung
Gambar : www.tuoitrenews.vn
Gejala sakit flu biasanya sekitar satu sampai dua minggu dan kemudian sembuh tanpa masalah. Meskipun sakit flu atau pilek atau influenza ini sering kita sepelekan, ternyata Infeksi virus flu ini dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah dengan tingkat kematian sekitar 0,1% dari orang yang terinfeksi virus. 
Penyakit flu yang sering kita derita ini juga bisa menjadi wabah, dimana banyak orang yang terinfeksi.Wabah ini biasanya disebut epidemi. Wabah di seluruh dunia yang luar biasa parah (pandemi) telah terjadi beberapa kali dalam seratus tahun terakhir sejak virus influenza diidentifikasi pada tahun 1933. 
Pandemi influenza terburuk pernah terjadi, yang disebut flu Spanyol atau influenza Spanyol yang terjadi pada tahun 1918, ketika itu virus menyebabkan 40-10 juta kematian di seluruh dunia, dengan angka kematian diperkirakan berkisar 2% -20%. 
Pada bulan April 2009, terjadi serangan influenza baru di Meksiko. Virus ini kemudian dengan cepat menyebar ke seluruh dunia, dan WHO menyatakan ini sebagai flu baru (yang disebut H1N1 atau flu babi). Untungnya pada saat itu ada respon cepat di seluruh dunia yaitu dengan produksi vaksin, praktik-praktik kebersihan yang baik (terutama mencuci tangan), sehingga akibat virus ( H1N1 ) tidak terlalu banyak memakan korban jiwa. Pandemi Virus H1N1 dinyatakan oleh WHO berakhir pada 10 Agustus 2010.
Selanjutnya terjadi lagi serangan influenza baru yaitu H3N2, diidentifikasi pada tahun 2011, jenis virus ini telah menyebabkan sekitar 330 tinfeksi dengan satu kematian di Amerika Serikat.
Yang mengejutkan adalah serangan virus H5N1 atau virus flu burung, yang sebenarnya telah diidentifikasi sejak tahun 2003. Diluar dugaan virus ini cepat sekali menyebar dan menginfeksi hampir diseluruh dunia, virus ini menyebabkan orang yang terinfeksi H5N1 memiliki tingkat kematian yang tinggi (sekitar 60%), namun demikian sebenarnya virus H5N1 ini tidak mudah ditransfer dari orang ke orang seperti virus flu lainnya. 
Ada lagi yang di sebut Haemophilus influenzae adalah bakteri yang dianggap penyebab flu tapi sebenarnya salah. Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi paru-paru pada bayi dan anak-anak, dan kadang-kadang infeksi telinga, mata, sinus, sendi, dan infeksi lainnya, tetapi tidak menyebabkan flu. Istilah yang membingungkan lainnya adalah flu perut. Istilah ini mengacu pada infeksi saluran pencernaan, bukan infeksi pernafasan seperti influenza (flu), flu perut (gastroenteritis) tidak disebabkan oleh virus influenza. 
Jangan anggap enteng virus flu ini karena dapat mengancam jiwa kita, infeksi yang berat oleh virus influenza nyatanya dapat menyebabkan pneumonia atau bahkan kematian.

Jumat, 23 Oktober 2015

Apa Itu Virus dan Ciri Virus

Siapa yang tidak tahu virus ? Pastinya semua tahu kan...karena tubuh kita sering terserang atau pasti pernah terserang yang namanya virus. Beberapa Penyakit yang disebabkan oleh virus antara lain : Cacar Air, Herpes, Folio, Influenza, Ebola, Hepatitis, Rubeola, Sakit Gondong, Demam, SARS, Diare pada bayi, Penyakit Kutil, dan lain-lain.
Apa Itu Virus ?
Berikut ini artikel yang saya ambil dari (Subardi, Nuryani, Shidiq Pramono, 2009, Biologi, untuk Kelas X SMA/MA, Penerbit, CV. Usaha Makmur)
Beberapa tahun setelah penemuan Avery, banyak muncul bukti kuat bahwa DNA merupakan materi genetik pada beberapa organisme. Bukti terkuat itu diperoleh dari penelitian mengenai virus. Pada tahun 1952, Alfred Hershey dan Martha Chase melakukan beberapa percobaan pada bakteriofage (atau disingkat Fag) – Virus yang menyerang bakteri. 
Gambar Virus
Ilustrasi Gambar : www.jameserich.com
Sebagian besar virus membawa sekitar 50 gen di dalam selubung proteinnya, meskipun beberapa virus hanya memiliki tiga gen serta ada pula yang 300 gen. Virus merupakan penyebab beberapa penyakit pada manusia, hewan maupun tumbuhan. 
Menurut keadaan fisiknya benda dibedakan menjadi dua macam yaitu benda mati (abiotik) dan benda hidup (biotik). Biotik dapat melakukan metabolisme di antaranya nutrisi, sintesis, ekskresi, reproduksi, regulasi, respon terhadap rangsang. Adapun abiotik tidak dapat melakukan metabolisme.
Virus oleh para ilmuwan dikatakan sebagai benda mati, jika virus tersebut di luar sel hidup. Namun, jika virus mendapatkan tempat pada sel hidup/organisme, virus akan menunjukkan aktivitas layaknya sel hidup, yaitu mampu bereproduksi sehingga dapat bertambah banyak. Dengan demikian virus dapat dikategorikan sebagai bentuk peralihan antara benda mati dengan makhluk hidup. 
Semenjak Anthonie Van Leuwenhoek (1632 – 1723) menemukan mikroskop, peneliltian tentang mikroorganisme mulai berkembang. Perkembangan itu makin pesat setelah ditemukannya mikroskop elektron. 
Tahun 1882 A. Meyer mendapatkan suatu penyakit yang menyerang tanaman tembakau, ditandai daunnya berbintik-bintik kekuningan. A. Meyer mencoba mengekstrak daun yang terinfeksi dan menyemprotkan ke daun tembakau yang sehat, ternyata daun yang sehat dapat tertulari penyakit tersebut. 
Dengan menggunakan filter (saringan) yang dapat menyaring bakteri, D. Ivanowsky melakukan penyaringan getah tanaman tembakau lalu hasilnya dioleskan pada daun tanaman yang sehat, ternyata tanaman yang sehat menjadi tertular juga. Kesimpulan mereka, organisme yang menyerang tananam tembakau adalah patogen yang berukuran sangat kecil/zat kimia yang diproduksi oleh bakteri dan lolos dari penyaringan. 
Pada tahun 1987 M.Bejerink, berkebangsaan Belanda menemukan fakta bahwa organisme yang menyerang tembakau tidak dapat tumbuh di dalam medium biakan bakteri dan tidak mati walaupun dimasukkan ke dalam alkohol. Bejerink menyimpulkan bahwa orgnisme yang menyerang tembakau tersebut sangatlahkecil yang hanya dapat hidup dalam makhluk hidup yang diserangnya. 
Pada tahun 1935, Windell Stanley dari AS berhasil mengkristalkan organisme yang menyerang tanaman tembakau tersebut dan diberinya nama TMV (Tobacco Mozaik Virus). 
Ciri-ciri virus: 
1. Tidak memiliki bentuk sel (aseluler). 
2. Berukuran antara (20 – 300) milimikron. 
3. Hanya memiliki satu macam asam nukleat saja yaitu ADN (asam dioksiribo nukleat) atau ARN (asam ribo nukleat). 
4. Berupa hablur atau kristal dengan bentuk yang bervariasi; oval, memanjang, silindris, kotak dan lain-lainnya. 
5. Tubuhnya tersusun atas kepala, kulit selubung (kapsid) yang berisi ADN atau ARN saja dan serabut ekor. 
Sebagai contoh untuk kita pelajari adalah morfologi dan struktur Bakteriofage, yaitu virus yang mampu menyerang bakteri Escherichia coli. 
1. Bagian kepala
Bagian ini dibungkus oleh selubung protein yang disebut kapsid, sebagai pemberi bentuk tubuh virus. Kapsid berupa selubung yang terdiri dari monomer identik yang masingmasing terdiri rantai polipeptida. 
2. Isi tubuh
Tubuh virus tersusun atas materi genetik atau molekul pembawa sifat-sifat yang dapat diturunkan berupa ADN atau ARN saja. Virus yang isi tubuhnya berupa ADN antara lain: Papova virus, Herpes virus, Adeno virus, Pox virus. Adapun tubuhnya yang berisi ARN antara lain: Paramyxo virus, Rhabdo virus, Reovirus, Picorna virus, Toga virus. Di dalam tubuh, virus tidak memiliki organel-organel sel seperti mitokondria, ribosom dan lain-lainnya. 
3. Ekor 
Ekor merupakan alat untuk kontak ke tubuh organisme yang diserangnya. Ekor terdiri atas tabung bersumbat yang dilengkapi dengan serabut-serabut/benang-benang. Bentuk virus bervariasi.

Demikianlah sekilas Tentang Virus dan Ciri-Cirinya, Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Minggu, 30 Agustus 2015

White Tea - Teh Putih Pencegah Kanker

Siapa yang tidak kenal black tea (teh hitam, oolong tea (teh oolong), dan green tea (teh hijau). Ketiga jenis teh ini sudah tak asing dikalangan penikmat teh di Indonesia.
Namun belum banyak yang tahu bahwa ada jenis teh lain yaitu white tea (teh putih), diakui memiliki antioksidan paling tinggi di antara jenis teh lainnya. Seperti yang kita tahu, antioksidan yang tinggi bisa mencegah penyakit kanker dan sebagai antivirus. White Tea juga diproduksi dan diekspor oleh Indonesia, bahkan kini menjadi ikon dari Indonesian Tea.
teh putih white tea
Gambar : www.tea-store.co.uk
Nama white tea diambil dari kuncup daun teh termuda yang masih menggulung, yang setelah dikeringkan berwarna putih keperakan dan mengkilat dari bulu bulu yang menyelimutinya, bentuknya pun runcing menyerupai jarum sehingga biasa dinamai silver needle. Semakin banyak bulu dan semakin ke ujung pucuk teh, mencirikan semakin tinggi antioksidan nya.
White Tea berbeda dengan green tea, oolong tea, dan black tea yang menggunakan 2 daun atau lebih di bawahnya. Proses black tea menggunakan proses pengolahan oksidasi enzimatis atau fermentasi penuh, sedangkan green tea dan white tea tidak melalui proses ini. Meskipun begitu, green tea tidak memiliki aroma sama sekali dan rasanya cenderung pahit, tidak seperti white tea yang memiliki rasa lembut dan menyegarkan, beraroma wangi, serta antioksidan (polifenol dan katekin) paling tinggi. (Suara Merdeka : 31 Agustus 2015).

Selasa, 26 Mei 2015

11 Kandungan Teh

Teh sangat familiar bagi kita, hampir setiap saat kita menikmati teh ini, saya sendiri tiap hari mengkonsumsi teh. Tapi taukah anda dengan Kandungan Teh, jika tidak tau baca dech tulisan berikut ini .
teh
Gambar : www.ceylogreentea.lk
Kandungan Teh 
1. Polifenol Teh 
Polifenol pada teh yang terkenal adalah katekin dan flavanol. Senyawa ini berfungsi sebagai antioksidan untuk menangkap radikal bebas dalam tubuh dan juga dapat untuk mencegah berkembangnya sel kanker dalam tubuh. 
a. Katekin 
Katekin adalah senyawa yang paling banyak menjadi perhatian diantara sejumlah polifenol yang tersedia dalam teh. 
b. Flavanol 
Flavanol merupakan satu di antara sekian banyak antioksidan alami yang terdapat tanaman pangan. 
2. Karbohidrat 
Karbohidrat yang terdapat pada daun teh mulai dari gula sederhana hingga yang kompleks. Karbohidrat yang penting diantaranya sukrosa, glukosa, dan fruktosa. Keseluruhan karbohidrat yang dikandung teh adalah 0,75% dari berat kering. 
3. Substansi Pektin 
Substansi pektin yang paling banyak adalah asam pektat. Besarnya bervariasi, yaitu antara 4,9-7,6% dari berat kering daun. 
4. Alkaloid-Kafein 
Alkoloid utama dalam daun teh adalah kafein. Kafein memberi rasa yang menggigit. Terlalu banyak kafein tidak baik untuk tubuh. Akan tetapi, kafein tidak seluruhnya buruk.Kafein adalah zat penyegar yang mampu merangsang sistem saraf pusat. Kafein akan bereaksi dengan katekin atau hasil oksidasinya sehingga membentuk senyawa yang menentukan kesegaran (briskness) dari seduhan teh.
5. Klorofil dan Zat Warna lainnya 
Salah satu unsur penentu kualitas teh hijau adalah warnanya.Zat hijau daun atau lebih beken dengan nama klorofil adalah pedalam daun teh mendukung 0,019% dari berat kering daun. 
6. Protein dan Asam-asam Amino 
Daun teh mengandung protein yang dirasakan sangat besar peranannya dalam pembentukan aroma pada teh. Diketahui bahwa perubahan perubahan utama selama proses pelayuan teh hitam adalah pembongkaran protein menjadi asam-asam amino. Asam amino bersama karbohidrat dan katekin akan membentuk senyawa aromatis. Asam amino yang banyak berpengaruh dalam hal ini adalah theanin, alanin, feril alanin, valin, leusin, dan isoleusin. Sekitar 50% dari total asam amino bebas dalam teh adalah theanin. 
7. Asam Organik 
Peranan asam organik selama pengolahan teh tidak terlalu nyata.Kemungkinan yang tampak adalah reaksinya dengan metil alkohol (akibat terbongkarnya pektin) membentuk ester yang memberi aroma sedap pada teh. 
8. Substansi Resin 
Aroma teh juga tergantung pada minyak esensial dan resin. Sebagai bahan kimia, resin sukar dibedakan dengan minyak esensial dan terpene. Kandungan resin besarnya 3% dari berat kering daun. Peranan resin yang lain adalah menaikan daya tahan tanaman teh terhadap kondisi beku. 
9. Substansi Mineral 
Mineral berfungsi dalam pembentukan enzim di dalam tubuh, termasuk anti oksidan. Teh ternyata menyimpan potensi sebagai sumber mineral tubuh yang penting dalam berbagai proses metabolisme. Kandungan mineral tersebut berupa makro dan trace mineral.Keduanya sangat dibutuhkan sebagai nutrisi tubuh. 
10. Vitamin 
Daun teh ternyata mengandung vitamin C, K, A,B1, B2, dan E. Sayangnya, kandungan vitamin E banyak yang hilang selama proses pengolahan dan penyimpanan. 
11. Enzim-Enzim 
Beberapa enzim terdapat dalam daun teh. Peranan penting dari enzim-enzim ini adalah sebagai biokatalisator pada setiap kali reaksi kimia di dalam tanaman. Enzim yang di kandung dalam daun teh diantaranya invertase, amilase, a-glukosidase, oximetilase, protease, dan peroksidase. 
Demikianlah kandungan teh yang sangat bermanfaat bagi kita, cukup sekian dan terima kasih.

Sumber Tulisan : 
Rossi, A, 2010. 1001 Teh. Andi Offset, Yogyakarta

Senin, 25 Mei 2015

Macam Teh Berdasarkan Kemasan

Macam Teh berdasarkan jenisnya sudah saya tuliskan sebelumnya, kali ini saya akan menuliskan tentang Macam Teh Berdasarkan Kemasan, silahkan disimak jika anda membutuhkan artikel ini.
Teh
Gambar : www.web-japan.org
1. Teh Celup 
Teh yang kemasannya tercipta tanpa sengaja ini termasuk teh yang paling banyak dikonsumsi di Negara kita. Teh dikemas didalam kantong kecil yang biasanya dibuat dari kertas. Teh celup sangat populer karena praktis untuk membuat teh, tapi pecinta teh kelas berat tidak menyukai rasa teh celup. Mengingat faktor kesehatan maka terlalu lama meletakkan kantung teh celup dalam cangkir anda. 
2. Teh Seduh (daun teh) 
Teh dikemas dalam kaleng atau dibungkus dengan pembungkus dari plastik atau box kardus. Didalam teh kaleng atau box alumunium (sebaiknya pilih dari bungkus alumunium karena kualitas dari akan lebih terjaga lama). Saringan teh bisa dipakai sebagai solusi agar teh yang mengambang tidak ikut terminum. 
3. Teh yang dipres 
Teh dipres agar padat untuk keperluan penyimpanan dan pematangan. Teh Pur-Erh dijual dalam bentuk padat dan diambil sedikit demi sedikit ketika ingin diminum. Teh yang sudah dipres mempunyai masa simpan yang lebih lama dibandingkan daun teh biasa. 
4. Teh Stik 
Teh stik termasuk teh dengan terbaru., lebih diperuntukkan untuk orang metropolitan dengan tingkat kesibukan yang tinggi dan memerlukan kepraktisan dalam segala hal., termasuk minum teh. Teh ini dikemas dengan stik dari lembaran alumunium tipis yang memiliki lubang-lubang kecil di mana berfungsi sebagai saringan teh. 
5. Teh Instan 
Teh ini lagi-lagi memanjakan orang dengan tingkat kesibukan dan yang menyukai hal-hal serba praktis. Teh berbentuk bubuk yang tinggal dilarutkan dalam air panas atau air dingin. 

Sumber Tulisan : 
Rossi, A, 2010. 1001 Teh. Andi Offset, Yogyakarta