Tampilkan postingan dengan label Metode Penelitian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metode Penelitian. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Juni 2017

Analisis Data Deskriptif

Analisis Deskriptif bertujuan untuk memberikan deskripsi mengenai subjek penelitian berdasarkan data dari variabel yang diperoleh dari kelompok subjek yang diteliti dan tidak dimaksudkan untuk pengujian hipotesis. Sekalipun penelitian yang dilakukan bersifat inferensial, sajian keadaan subjek dan data penelitian secara deskriptif tetap perlu diketengahkan lebih dahulu sebelum pengujian hipotesis dilakukan.
Apalagi dalam penelitian yang pendekatannya lebih bersifat kualitatif, tentu deskripsi tersebut lebih penting lagi. Penyajian hasil analisis deskriptif biasanya berupa frekuensi dan persentase, tabulasi silang, serta berbagai bentuk grafik dan chart pada data yang bersifat kategorikal, serta berupa statistik-statistik kelompok (antara lain mean dan varians) pada data yang bukan kategorikal.
Penyajian persentase dan proporsi memberikan gambaran mengenai distribusi subjek menurut kategori-kategori nilai variabel. Oleh karena itu, analisis ini didasarkan pada distribusi frekuensi. Secara visual, penggunaan tabel prekuensi dan grafik sangat membantu memahami keadaan data yang disajikan.
Penyajian persentase dapat dijadikan lebih informatif dengan menyertakan variabel lain ke dalam tabel-silang yang sudah ada sehingga menjadi sebuah tabel tiga-jalan. Penyajian data dengan tabel tiga-jalan memang memberikan informasi yang lebih terperinci mengenai distribusi subjek penelitian, akan tetapi semakin banyak variabel yang diikutsertakan tabulasinya akan semakin kompleks dan pada akhirnya dapat malah menjadikan semakin sulit untuk dibaca dan tafsirkan. Oleh karena itu penyajian tabel frekuensi jarang perlu dilakukan lebih dari tiga-jalan.

Sumber : Saifuddin Azwar, 2004, Metode Penelitian, Penerbit Pustaka Pelajar, Yogyakarta

Senin, 15 Juni 2015

Jenis Penelitian dan Macam Penelitian

Jenis Penelitian dan Macam Penelitian

Jenis Penelitian dan Macam Penelitian
Penelitian dapat diklasifikasikan dari berbagai cara dan sudut pandang. Dilihat dari pendekatan analisisnya, penelitian dibagai menjadi dua macam, yaitu :
1. Penelitian Kuantitatif
Penelitian dengan kuantitatif menekankan analisisnya pada data-data numerikal (angka) yang diolah dengan metoda statistika. Pada dasarnya pendekatan kuantitatif dilakukan pada penelitian inferensial (dalam rangka pengujian hipotesis) dan menyandarkan kesimpulan hasilnya pada suatu probabilitas kesalahan penolakan hipotesis nihil. Dengan metode kuantitatif akan diperoleh signifikansi perbedaan kelompok atau signifikansi hubungan antar variabel yang diteliti. Pada umumnya penelitian kuantitatif merupakan penelitian sampel besar.
2. Penelitian Kualitatif
Penelitian dengan pendekatan kualitatif lebih menekankan analisisnya pada proses penyimpulan deduktif dan induktif serta pada analisis terhadap dinamika hubungan antar fenomena yang diamati, dengan menggunakan logika ilmiah. Hal ini bukan berarti bahwa pendekatan kualitatif sama sekali tidak menggunakan dukungan data kuantitatif akan tetapi penekanannya tidak pada pengujian hipotesis melainkan pada usaha menjawab pertanyaan penelitian melalui cara-cara berfikir formal dan argumentatif. Banyak penelitian kualitatif yang merupakan penelitian sampel kecil.
Bila dilihat dari kedalaman analisisnya, jenis penelitian terbagi atas :
1. Penelitian Deskriptif
Penelitian deskriptif melakukan analisis hanya sampai taraf deskripsi, yaitu menganalisis dan menyajikan fakta secara sistemik sehingga dapat lebih mudah untuk dipahami dan disimpulkan. Kesimpulan yang diberikan selalu jelas dasar faktualnya sehingga semuanya selalu dapat dikembalikan langsung pada data yang diperoleh. Uraian kesimpulan didasari oleh angka yang diolah tidak secara terlalu dalam. Kebanyakan pengolahan datanya didasarkan pada analisis persentase dan analisis kecenderungan (trend).
2. Penelitian Inferensial
Penelitian inferensial melakukan analisis hubungan antarvariabel dengan pengujian hipotesis. Dengan demikian kesimpulan penelitian jauh melampaui sajian data kuantitatif saja. Dalam penelitian inferensial kita dapat berbicara mengenai besarnya peluang kesalahan dalam pengambilan kesimpulan.
Kalau dipandang dari karakteristik masalah berdasarkan kategori fungsionalnya, penelitian dapat dikelompokkan menjadi beberapa macam sebagaimana diuraikan oleh Isaac dan Michael (1976) yaitu :
1. Penelitian Deskriptif
Penelitian deskriptif bertujuan menggambarkan secara sistematik dan akurat fakta dan karakteristik mengenai populasi atau mengenai bidang tertentu. Penelitian ini berusaha menggambarkan situasi atau kejadian. Data yang dikumpulkan semata-mata bersifat deskriptif sehingga tidak bermaksud mencari penjelasan, menguji hipotesis, membuat prediksi, maupun mempelajari implikasi. Contoh penelitian deskriptif yang paling populer adalah penelitian survei.
2. Penelitian Perkembangan
Penelitian perkembangan bertujuan mempelajari pola dan urutan perkembangan dan / atau perubahan, sejalan dengan berlangsungnya perubahan waktu. Pelaksanaannya dapat dilakukan secara longitudinal dan dapat dilakukan secara cross-sectional. Penelitian perkembangan terpusat pada studi mengenai variabel-variabel dan perubahannya dalam periode bulan atau tahun, ddalam usaha memperoleh jawaban atas pertanyaan seperti " Bagaimanakah pola pertumbuhan yang terjadi, kecepatan perubahan, arah, urutan, dan faktor-faktor yang berkaitan yang mempengaruhinya?".
Dalam studi longitudinal (mengikuti perkembangan subjek tertentu secara terus menerus) masalah sampel biasanya menjadi rumit dikarenakan tidak banyak subjek yang dapat diikuti terus menerus perkembangannya dalam jangka waktu bertahun-tahun. Dalam studi cross-sectional dilibatkan lebih banyak subjek akan tetapi banyaknya faktor yang mempengaruhi pertumbuhan yang dapat dianalisis menjadi lebih terbatas. Akan tetapi studi cross-sectional lebih efisien waktu dan lebih murah biayanya dikarenakan rentang waktu perkembangan yang sesungguhnya perlu dipelajari dapat dipersingkat oleh pengambilan sampel untuk kelompok-kelompok periode waktu tertentu saja dari panjang rentang yang sesungguhnya. Kerumitan memang dapat timbul dikarenakan sampel pada masing-masing kelompok periode usia yang dijadikan sampel sangat mungkin tidak betul-betul komparabel (layak dibandingkan).
3. Studi Kasus dan Penelitian Lapangan
Tujuan studi kasus dan penelitian lapangan adalah mempelajari secara intensif latar belakang, status terakhir, dan interaksi lingkungan yang terjadi pada suatu satuan sosial seperti individu, kelompok, lembaga, atau komunitas.
Studi kasus merupakan penyelidikan mendalam mengenai suatu unit sosial sedemikian rupa sehingga menghasilkan gambaran yang terorganisasikan dengan baik dan lengkap mengenai unit sosial tersebut. Cakupan studi kasus dapat meliputi keseluruhan siklus kehidupan atau dapat pula hanya meliputi segmen-segmen tertentu saja.
4. Penelitian Korelasional
Penelitian korelasional bertujuan menyelidiki sejauh mana variasi pada satu variabel berkaitan dengan variasi pada satu atau lebih variabel lain, berdasarkan koefisien korelasi. Dengan studi korelasional peneliti dapat memperoleh informasi mengenai taraf hubungan yang terjadi, bukan mengenai ada-tidaknya efek variabel satu terhadap variabel yang lain
5. Penelitian Kausal-Komparatif
Melalui suatu penelitian kausal-komparatif, hubungan sebab-akibat dapat diselidiki lewat pengamatan terhadap konsekuensi yang sudah terjadi dan menengok ulang data yang ada untuk menemukan faktor-faktor penyebab yang mungkin terdapat disana. Cara ini dapat dikatakan berlawanan dengan metode eksperimental yang mengumpulkan data dibawah suatu kondisi yang sangat terkendali.
Pada hakikatnya penelitian kausal-komparatif adalah "ex post facto", artinya data dikumpulkan setelah semua peristiwa yang diperhatikan terjadi. Kemudian peneliti memilih satu atau lebih efek (variabel dependen) dan menguji data dengan kembali menelusuri waktu, mencari penyebab, melihat hubungan, dan memahami artinya.
6. Penelitian Eksperimental Murni
Penelitian ini murni dilakukan untuk meneliti kemungkinan adanya hubungan sebab-akibat di antara variabel-variabel dengan cara menghadapkan kelompok eksperimental pada beberapa macam kondisi perlakuan dan membandingkan akibat (hasil)nya dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak dikenai perlakuan.
7. Penelitian Eksperimental Semu
Penelitian ini meniru kondisi penelitian eksperimental murni semirip mungkin akan tetapi tidak semua variabel yang relevan dapat dikendalikan dan dimanipulasi. Peneliti harus menyadari betul keterbatasan penelitian ini dan seberapa jauh validitas internal dan eksternalnya.
Karena pengendalian dan manipulasi tidak sepenuhnya berada ditangan peneliti maka ciri unik penelitian ini adalah adanya metode kontrol parsial yang berdasarkan pada identifikasi yang seksama terhadap faktor-faktor yang dicurigai akan mempengaruhi validitas internal dan validitas eksternalnya.
Sumber :
Saifuddin Azwar, 2004, Metode Penelitian, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, hal.5-11.  

Rabu, 03 Juni 2015

Metode Penelitian Sosiologi

Metode Penelitian Sosiologi 
Menurut Soerjono Soekanto, metode atau teknik penelitian sosiologi ada 2 jenisnya yaitu Metode Kualitatif dan Metode Kuantitatif.
sosiologi
a. Metode Kualitatif 
Adalah Metode yang mengutamakan hasil pengamatan yang sukar diukur dengan angka-angka atau ukuran-ukuran yang matematis, meskipun kejadian-kejadian itu nyata ada di masyarakat. 
Yang termasuk metode kualitatif adalah sebagai berikut 
1) Metode Komparatif
Adalah metode pengamatan dengan membandingkan bermacam-macam masyarakat dan bidang-bidangnya untuk memperoleh perbedaan dan persamaan sebagai petunjuk tentang perilaku masyarakat pertanian Indonesia pada masa lalu dan masa yang akan datang. 
2) Metode Historis
Adalah metode pengamatan yang menganalisis peristiwa-peristiwa dalam masa silam untuk merumuskan prinsip-prinsip umum (secara makro). 
3) Metode Studi Kasus 
Adalah metode pengamatan tentang suatu keadaan, kelompok, masyarakat setempat, lembaga-lembaga maupun individu-individu. 
Alat-alat yang dipergunakan dalam studi kasus adalah: 
a) wawancara (interview)
b) daftar pertanyaan (questionnaire)
c) participant observer technique, di mana pengamat ikut dalam kehidupan masyarakat yang diamati.
b. Metode Kuantitatif 
Adalah metode yang mengutamakan bahan-bahan keterangan dengan angka-angka sehingga gejala-gejala yang diteliti dapat diukur dengan menggunakan skala, indeks, tabel, dan formula. Termasuk dalam metode ini adalah metode statistik di mana gejala-gejala masyarakat dianalisis.

Di samping metode-metode di atas, masih ada beberapa metode lain sebagai berikut : 
a. Metode empiris, adalah suatu metode yang mengutamakan keadaan-keadaan nyata di dalam masyarakat. 
b. Metode rasional, adalah suatu metode yang mengutamakan penalaran dan logika akal sehat untuk mencapai pengertian tentang masalah kemasyarakatan. 
c. Metode deduktif, adalah metode yang dimulai dari hal-hal yang berlaku umum untuk menarik kesimpulan yang khusus. 
d. Metode induktif, adalah metode yang mempelajari suatu gejala khusus untuk mendapatkan kesimpulan yang bersifat umum. 
e. Metode fungsional, adalah metode yang dipergunakan untuk menilai kegunaan lembaga-lembaga sosial masyarakat dan struktur sosial masyarakat.

Sumber Tulisan : 
Soejono Soekanto. 1995. Sosiologi Suatu Pengantar. Penerbit PT. Rajo Grafindo.